PT Cipta Sehat Utama sangat mementingkan basis penelitian, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjalankan proses-proses produksi dari setiap produk yang akan dijual dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah dan hasil yang paling maksimal untuk para pelanggan.

Didukung oleh R&D yang berpengalaman selama puluhan tahun di bidang OTC Farma, tim R&D PT Cipta Sehat Utama berkarya untuk menciptakan inovasi berupa temuan- temuan baru yang berkhasiat tinggi bagi seluruh kalangan masyarakat.

Selain itu, PT Cipta Sehat Utama telah melengkapi pabriknya dengan berbagai fasilitas pendukung yang memenuhi standar farmasi, seperti laboratorium dan fasilitas produksi berstandardisasi BPOM dengan tujuan untuk mendukung lancarnya proses produksi dalam menghasilkan produk yang terbaik untuk para pelanggan.

KUALITAS & KEAMANAN PRODUK

Pengawasan Mutu atau Quality Control merupakan bagian yang esensial dari Cara Pembuatan Obat yang Baik untuk memberikan kepastian bahwa produk secara konsisten mempunyai mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaanya.

Dalam industri OTC Farma salah satu faktor yang paling penting adalah menjaga kualitas produk sehingga perlu adanya Quality Control sebelum produk sampai ke konsumen.

Proses Quality Control di PT Cipta Sehat Utama dimulai dari pemeriksaan bahan awal sampai dengan produk jadi. Pemeriksaan tersebut meliputi:

Pemeriksaan Bahan Awal
Memastikan bahwa bahan awal untuk produksi memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan untuk identitas bahan, kualitas bahan dan keamanannya. Adapun pemeriksaan bahan awal meliputi:

  1. Organoleptik
  2. Zat aktif
  3. Berat jenis
  4. Indeks bias
  5. Rotasi optik
  6. Pemeriksaan lainnya

Selain itu juga untuk bahan pengemas dilakukan pemeriksaan ukuran kemasan, berat kemasan, ketebalan kemasan dan desain kemasan.

Pengawasan selama proses Produksi (In Process Control/IPC)
Memastikan bahwa tahapan-tahapan proses produksi telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, yang meliputi:

1.Pemeriksaan organoleptik yang meliputi warna (visual) dan bau (olfactory)

2.Pemeriksaan zat aktif

3.Pemeriksaan sarana penunjang yang meliputi: lingkungan produksi, air maupun peralatan produksi

4.Pemeriksaan selama pengemasan sekunder akhir, meliputi pengecekan kodifikasi pada inner box, jumlah unit dalam dozen box dan jumlah serta kodifikasi pada corrugated carton.

Semua pemeriksaan di atas harus memenuhi spesifikasi produk yang telah ditetapkan sebelum didistribusikan kepada konsumen.

Retained Sample / Sampel Pertinggal
Setiap bets produksi diambil sejumlah sampel yang dipersyaratkan untuk disimpan sampai masa kadaluwarsa plus 1 (satu) tahun sebagai sampel pertinggal. Secara periodik sampel pertinggal ini akan dianalisa untuk diperiksa tingkat kestabilannya sekaligus juga digunakan sebagai pembanding apabila ada komplain dari konsumen.